kenapa ya aku ga bisa peka. dulu aja aku emg pengen jadi kaya gini supaya aku ga lelah2 amat karna banyaknya hal yang membuatku sedih. tapi sekarang lihat hasilnya, sometimes aku ga tahu apa yang aku lewati. maksudnya, aku sering ketinggalan hal2 kecil disekitarku. syukurnya aku masih sering instropeksi diri sehingga pas aku mau tidur dan mengulang apa yg aku lewatin hari ini,, aku menemukan kesalahan2 dan kode2 yang ga dilaksanakan. misalnya tadi.. dia dihadapanku menatapku antusias sambil mengarahkan mataku pada sesuatu yang dia lihat. harusnya di waktu itu aku sadar bahwa dia hanya ingin aku mempersilahkan itu kepadanya meskipun sbnarnya dia bisa melakukan itu tanpa harus kuapa apakan. tapi sometimes aku juga pernah mencoba menjadi sesiaga itu pada orang2 dan alhasil apa. dia menganggap aku pengecut karna dgn apa yg kulakukan ini dia membandingkanku dgn orang2 yang dia pikir hebat. dia berpikir bahwa aku sehebat itu mengenali setiap orang dan fokus pada segala arah? dia pikir aku malaikat yang dihukum. setiap hal yg dia lakukan dia selalu melihatku. memperhatikan apakah aku memperhatikannya. sometimes tenagaku juga terbatas jadi aku tidak selalu merespon apa yg baru kulihat. seperti orang buta dan tak buta. orang buta tidak akan disalahkan jika mereka melihat sampah dan tidak membuang pada tempatnya. jadi orang peka itu repot. gak sih, kalau lagi kecapean aja mungkin. kecapean yg sampai engga sadar lagi kecapean. huh , kadang karna sebuah ego yang bisa melindungi diri itu aku kehilangan sifat baik. sifat baik yang membuatku lebih peka, lebih tahu, dan lebih inisiatif. yasudahlah, lakukan yg terbaik sebisanya dan berimprovisasilah di ladang tuhan. bukahkan begitu.